
Pemulihan lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Air di Kabupaten Pemalang-Jateng harus segera dilakukan sebagai tangung jawab moral bersama,
Lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan adalah urat nadi kehidupan Generasi mendatang.
Di tengah pesatnya pembangunan dan Usaha multi stake holder, ketersediaan air bersih kini berada di titik krusial yang memprihatinkan. Problem ini bukan menjadi beban satu pihak saja melainkan panggilan untuk saling berkolaborasi. Pemulihan lingkungan dan Konservasi sumber daya air bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dan keharusan untuk menjamin masa depan kabupaten Pemalang untuk warisan Generasi mendatang.
Pemulihan Lingkungan dan Konservasi sumber daya air adalah upaya pemulihan, perlindungan, pemeliharaan, dan pelestarian air agar tetap tersedia secara berkualitas dan berkuantitas cukup untuk kebutuhan makhluk hidup saat ini dan masa depan.
Melalui agenda-agenda kerja di tapak bawah, DPD KAWALI dan DPN KAWALI melakukan kegiatan seperti pemulihan dan penanam bibit pohon dilahan-lahan kritis, pembuatan biopori dengan metode pipa Bambu, pengelolaan kualitas mata air, dan pengendalian pencemaran sudah kami lakukan dengan melakukan gerakan kolektif berbasis masyarakat dan pengiat komunitas peduli lingkungan di berbagai wilayah.
Di Pemalang, pemulihan lingkungan dan jaga mata air sedang berhadapan dengan berbagai problem, seperti alih fungsi lahan yang saat ini terjadi di Pemalang. Tantangan yang dihadapi tidak lagi sederhana, melainkan bersifat struktural dan sistemik
Masifnya pembangunan industri yang tidak tertata peruntukannya dan beralihnya kawasan menjadi Permukiman di perkotaan telah masif hingga ke kawasan kaki gunung dan wilayah penyangga.
Komersialisasi Pariwisata Pegunungan: Sektor pariwisata Alam yang tumbuh subur di dataran tinggi dan sekitarnya seringkali mengabaikan aspek ekologis.
Andi Siswanto, Ketua DPD KAWALI Pemalang, menegaskan bahwa KAWALI memahami Pemalang sedang memacu pertumbuhan ekonomi. Namun, komersialisasi pariwisata dan industri harus dibarengi dengan daya dukung lingkungan yang baik dan berkelanjutan.
“Bagi KAWALI, pemulihan lingkungan tidak harus menghambat pembangunan, justru konservasi yang baik akan menjamin keberlanjutan ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata di dataran tinggi dan sekitarnya,
Pemalang tanpa tutupan hutan yang memadai di wilayah hulu, air hujan tidak lagi terserap menjadi cadangan air tanah, melainkan langsung menjadi air larian (run-off) yang di kwatirkan akan memicu banjir bandang di musim hujan dan kekeringan ekstrem di musim kemarau. Investasi pariwisata pun akan terancam oleh bencana hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan
Krisis Lingkungan dan krisis mata air adalah ancaman nyata yang harus di antisipasi, Jika alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan terus dibiarkan tanpa kendali,
Kita menunggu waktu krisis kelangkaan air bersih akan terjadi.
Menyelamatkan satu mata air hari ini adalah sebuah tindakan nyata untuk menjamin kehidupan bagi generasi anak – cucu kita kelak
Salam Hijau, Indonesia Lestari 🌱
